Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Haji


 

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SEJARAH DAN PROFIL LENGKAP: MEDIA POLRI WATCH NEWS

Jumat, 12 Juni 2026 | 12.6.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-13T04:31:51Z

 
SEJARAH DAN PROFIL LENGKAP: MEDIA POLRI WATCH 



 
Medan, 13 Juni 2026 – Lembaga  POLRI WATCH hadir sebagai wadah penyampaian informasi, pengawasan, dan komunikasi publik yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang Lembaga Pemerhati Kinerja Kepolisian POLRI WATCH. Berikut ini disajikan secara lengkap sejarah perjalanan berdirinya, perkembangan organisasi, hingga pembentukan media yang dikelola saat ini.
 
 



 
📜 ASAL MULA DAN PERJALANAN SEJARAH



 
POLRI WATCH  merupakan Lembaga Pengawas kampanye dan pembentukan opini resmi yang menaungi kegiatan Lembaga Pemerhati Kinerja Kepolisian POLRI WATCH. Sebelum menggunakan nama ini, lembaga dan medianya telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk dan nama menyesuaikan dinamika organisasi dan kebutuhan tugas pengawasan.



 
Awalnya, lembaga ini bernama Medan Police Watch, yang didirikan sekitar tahun 2005. Pada masa itu, lembaga ini dipimpin oleh Ikhwaluddin Simatupang, seorang mantan tokoh mahasiswa tahun 1998 yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Hak Sipil dan Politik di Lembaga Bantuan Hukum Medan (LBH Medan) yang berada di bawah naungan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

 
Medan Police Watch dibentuk sebagai perpanjangan tangan di wilayah Sumatera Utara dari organisasi induknya, yaitu Indonesian Police Watch. Organisasi nasional tersebut didirikan oleh Adnan Pandu Praja, yang juga pernah menjabat sebagai Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada masa awal berdirinya, Indonesian Police Watch dipimpin oleh Rasyid Harsuna Lubis, kemudian diteruskan oleh Heri Drajat yang saat ini bertugas di Sekretariat Kompolnas.
 


Seiring berjalannya waktu, ketika Adnan Pandu Praja menjabat sebagai Anggota Kompolnas, kegiatan Indonesian Police Watch menjadi tidak aktif, dan sebagian besar pengurusnya kemudian bergabung di lingkungan Kompolnas. Pada periode yang sama, berdiri pula lembaga serupa dengan nama Indonesia Police Watch yang digagas oleh Neta S. Pane dan kawan-kawan.


 
Karena organisasi induknya sudah tidak aktif lagi, serta setelah masa jabatan Ikhwaluddin Simatupang sebagai Direktur LBH Medan berakhir pada tahun 2006–2009, dilakukan pembaruan kelembagaan. Nama Medan Police Watch resmi diubah menjadi POLRI WATCH, yang dituangkan dalam Akta Pendirian Notaris Nomor [...], Tahun [...], tertanggal [...].
 



Dalam akta pendirian tersebut, secara tertulis disebutkan maksud dan tujuan berdirinya lembaga ini adalah:
 


Mengawasi kinerja dan perilaku anggota Kepolisian Republik Indonesia, mendorong penegakan hukum yang profesional dan transparan, serta menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan institusi kepolisian demi terciptanya kepercayaan publik.
 
 
 
🤝 KEMITRAAN DAN PERAN STRATEGIS
 
Sejak awal berdirinya, POLRI WATCH menjalin hubungan kerja sama dan kemitraan dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Hubungan ini semakin erat dan intensif ketika sahabat sekaligus figur yang dihormati, Jenderal Badrodin Haiti, menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
 
Pada masa kepemimpinan Jenderal Badrodin Haiti yang dipercaya Presiden untuk memimpin reformasi di tubuh kepolisian, POLRI WATCH menjadi satu-satunya lembaga swadaya masyarakat yang diikutsertakan dalam penandatanganan Piagam Gerakan Pemberantasan Pungutan Liar (Saber Pungli) yang dicanangkan oleh Polda Sumatera Utara. Keikutsertaan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena menandakan kepercayaan institusi kepolisian terhadap peran pengawasan yang dijalankan lembaga ini.
 


Sejak saat itu, hampir setiap tahun Polda Sumatera Utara mempercayakan POLRI WATCH sebagai Pengawas Eksternal dalam proses penerimaan dan rekrutmen anggota Polri, baik untuk jenjang Tamtama, Bintara, Akademi Kepolisian, maupun Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
 



Bahkan pada masa penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden, Ketua Umum POLRI WATCH, Ikhwaluddin Simatupang, S.H., M.Hum, diangkat menjadi Penasihat Ahli Kapolda Sumatera Utara. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Tugas Nomor Sgas/11/IX/Kep/2018 tertanggal 26 September 2018. Kepercayaan ini diberikan mengingat rekam jejaknya yang pernah menjabat sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Medan periode 2005–2008 dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu Sumatera Utara pada tahun 2009.
 
 


 
📰 PEMBENTUKAN POLRI WATCH NEWS
 
Sejak resmi berdiri pada tahun 2011, seluruh kegiatan dan pengawasan yang dilakukan POLRI WATCH selalu disampaikan kepada publik melalui berbagai media cetak maupun elektronik, serta melalui situs resmi yang bernama Polri Watch. Namun dalam perjalanannya, pengelolaan media ini sempat mengalami pasang surut dan terkadang tidak aktif karena keterbatasan fokus dan sumber daya pengelolaan.


 
Memasuki bulan April 2026, sejumlah aktivis POLRI WATCH bertemu dengan praktisi dan pengelola media daring. Dari pertemuan tersebut disepakati untuk mengaktifkan kembali wadah informasi tersebut dengan bentuk dan nama baru, yaitu POLRI WATCH NEWS (PWN).

 
Pengelolaan media ini dipimpin langsung oleh Rules Gajah, S.Kom, yang juga menjabat sebagai pimpinan di beberapa lembaga media lainnya. Sebagai Pemimpin Redaksi ditunjuk Mas’ud Silalahi, S.Sos., sementara jajaran redaksinya diperkuat oleh Rayyanda Surbakti, S.H., M.H., Fauzan Reza Marpaung, S.H., serta Daniel Sianturi, S.Sos.



 
Saat ini, jaringan wartawan dan kontributor POLRI WATCH NEWS telah tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Sumatera Utara, serta telah memiliki perwakilan di beberapa wilayah provinsi lain di Indonesia. Hal ini dilakukan agar liputan informasi dan pengawasan terhadap kinerja kepolisian dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara luas, akurat, dan bertanggung jawab.
 
 
 
Diterbitkan oleh:
Redaksi POLRI WATCH 
Tanggal: 13 Juni 2026
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update