Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan HG


 

Ads

banner

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polwan Polda Riau Hadir di Garis Depan: Padamkan Api, Pulihkan Psikis Warga Korban Karhutla

Kamis, 03 September 2026 | 3.9.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T05:41:25Z
POLRIWATCHNEWS - Riau. Di tengah ancaman kabut asap dan jilatan api yang meresahkan, sosok polisi wanita (Polwan) Polda Riau menunjukkan dedikasi tanpa batas. Tidak hanya berhadapan dengan situasi administratif, puluhan Polwan turun langsung ke titik api dan permukiman warga untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan tuntas, baik dari segi fisik maupun psikis.

Aksi kemanusiaan ini digelar serentak di dua kabupaten yang menjadi titik rawan karhutla, yakni Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan ini menjadi bukti nyata transformasi peran Polri yang semakin humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.

Apa yang dilakukan?
Para Polwan terlibat dalam dua aksi utama. Di Rokan Hilir, mereka bergabung dengan personel laki-laki dan tim pemadam untuk melakukan pembasahan lahan dan pemadaman langsung di kawasan Napangga Pujud. Sementara di Pelalawan, mereka membagikan ribuan masker serta menggelar sesi trauma healing bagi anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak kabut asap.

Siapa yang terlibat?
Setidaknya ada puluhan personel Polwan dari Polres Pelalawan dan Polres Rokan Hilir. Di Pelalawan, tercatat 26 Polwan turun ke Kecamatan Kerumutan. Aksi ini dipimpin langsung oleh jajaran Polres setempat dan didukung penuh oleh Polda Riau.

Kapan kejadiannya?
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada akhir pekan, Minggu (30/08/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia.

Di mana lokasinya?
Aksi terbagi di dua lokasi utama, yaitu Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, dan wilayah Napangga Pujud, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir. Kedua wilayah ini dikenal sebagai daerah rawan karhutla akibat kondisi lahan gambut yang mudah terbakar.

Mengapa hal ini penting?
Karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis bagi warga. Kehadiran Polwan dianggap sangat efektif untuk mendekati kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan yang seringkali merasa cemas saat bencana asap terjadi. Ini menegaskan bahwa peran Polri bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga perlindungan dan pelayanan sosial.

Bagaimana pelaksanaannya?
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, menjelaskan bahwa strategi Polwan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Di lokasi yang api masih aktif, Polwan ikut memadamkan. Sementara di daerah yang api sudah padam namun kabut asap mengganggu, fokus Polwan adalah pemulihan trauma masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa Polwan Polri adalah sosok yang multitalenta. Mereka tidak gentar menghadapi medan berat untuk memadamkan api, namun di sisi lain memiliki kelembutan untuk memulihkan trauma psikis warga. Kehadiran mereka adalah wujud nyata Polri yang siap mengabdi untuk masyarakat,” ujar Kombes Akmadi.

Kombes Akmadi menegaskan, perbedaan peran ini justru memperlihatkan kecerdasan Polri dalam membaca situasi. Pihaknya memastikan bahwa jajaran Polda Riau akan terus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menangani bencana, dengan melibatkan seluruh elemen, termasuk Polwan, untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga Riau. **(SRP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update