POLRIWATCHNEWS | MEDAN — Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimanfaatkan jajaran Polrestabes Medan untuk menegaskan komitmen memberantas segala bentuk kejahatan di Kota Medan. Di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan, angka kriminalitas jalanan berhasil ditekan secara signifikan, sementara pengungkapan kasus narkotika justru melonjak tajam.
Capaian tersebut disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, dalam konferensi pers pengungkapan kasus kejahatan jalanan, perjudian, premanisme, dan narkoba yang digelar di Mako Polrestabes Medan, Selasa (19/5/2026).
Konferensi pers itu turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Delli Yudha Adi Nurcahyo, jajaran pejabat utama Polrestabes Medan, para Kapolsek, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan.
Dalam pemaparannya, Jean Calvijn menegaskan bahwa selama 222 hari masa kepemimpinannya, Polrestabes Medan menunjukkan progres nyata dalam menekan angka kriminalitas jalanan. Tercatat, terjadi penurunan sebanyak 497 kasus atau setara 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terdiri dari 245 kasus pada 100 hari pertama masa kerja, serta tambahan 252 kasus pada 100 hari kedua, yang menjadi indikator kuat efektivitas patroli gabungan tiga pilar bersama TNI dan Pemerintah Kota Medan.
Tak hanya itu, perang melawan narkotika juga menunjukkan hasil menggembirakan. Pengungkapan kasus narkoba meningkat drastis sebanyak 399 kasus atau naik 53 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dalam kurun dua pekan terakhir saja, Satresnarkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap 86 kasus dengan mengamankan 100 tersangka, termasuk 20 residivis yang kembali terlibat jaringan peredaran narkoba.
“Jangan ada yang berani melakukan tindak pidana di Kota Medan, baik begal, curas, curanmor, perjudian maupun narkoba. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di kota ini,” tegas Jean Calvijn di hadapan awak media.
Sebagai bentuk tindakan nyata, Polrestabes Medan juga telah merobohkan empat barak narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat. Lokasi penindakan berada di wilayah Medan Sunggal, Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Area.
Sementara itu, patroli gabungan tiga pilar yang digencarkan secara intensif juga berhasil mengungkap 143 kasus dengan total 178 tersangka. Sejumlah kasus menonjol yang berhasil dibongkar di antaranya pencurian kendaraan bermotor, begal, hingga peredaran vape liquid mengandung narkotika atau yang dikenal dengan istilah “vape getar”.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi tinggi atas langkah tegas Polrestabes Medan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, sinergitas antara kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kota Medan menjadi fondasi penting dalam menciptakan rasa aman bagi warga sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat Kebangkitan Nasional tidak hanya dimaknai sebagai refleksi sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui kerja nyata dalam menciptakan Kota Medan yang aman, tertib, dan bebas dari ancaman kriminalitas. (red)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar