MITRAPOLRINEWS | MATARAM, 21 Agustus 2026 — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kompeten Akademi Muda Indonesia kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan tata kelola kelembagaan. LPK yang bergerak dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia tersebut telah terverifikasi melakukan migrasi dan pemutakhiran Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Dalam proses pemutakhiran tersebut, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia telah terverifikasi menggunakan KBLI 85575 – Pelatihan Kerja Bisnis dan Manajemen Swasta.
Migrasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian kelembagaan terhadap perkembangan regulasi dan klasifikasi kegiatan usaha terbaru. Prosesnya juga dilakukan dengan memperhatikan arahan serta pembinaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram.
Bagi LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, proses migrasi KBLI bukan hanya persoalan administratif, tetapi menjadi bagian dari komitmen untuk membangun lembaga pelatihan yang tertib secara legalitas, profesional dalam tata kelola, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Direktur LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram yang terus memberikan arahan dan pembinaan kepada lembaga pelatihan kerja di daerah.
“Alhamdulillah, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia telah terverifikasi bermigrasi ke KBLI 85575 melalui OSS. Proses ini tentu tidak terlepas dari arahan dan pembinaan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB serta Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram. Bagi kami, ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan LPK berjalan sesuai regulasi dan semakin profesional dalam memberikan layanan pelatihan berbasis kompetensi,” ujar Ivan.
Ivan menegaskan, pembinaan dari pemerintah menjadi sangat penting agar LPK tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pelatihan, tetapi juga mampu membangun ekosistem pelatihan yang terhubung dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan pasar kerja.
Secara khusus, Ivan menyampaikan apresiasi kepada Bapak Ida Wayan Putra Ekantara, S.S.T.P., M.H., selaku pembina dari Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, atas arahan dan perhatian terhadap penguatan kelembagaan LPK.
“Terima kasih kepada Bapak Ida Wayan Putra Ekantara dan jajaran Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram yang terus memberikan pembinaan. Bagi kami, arahan dari pemerintah menjadi bagian penting dalam memastikan LPK mampu tumbuh secara sehat, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Penguatan kelembagaan LPK tersebut sejalan dengan arah kebijakan ketenagakerjaan di NTB yang terus mendorong pelatihan vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB dalam berbagai programnya juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan LPK, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas serta daya saing tenaga kerja.
Dalam perkembangan ketenagakerjaan di Kota Mataram, pelatihan kerja juga menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan mengurangi pengangguran. Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram pada 2026 bahkan membuka sejumlah program pelatihan kerja yang mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Dorong LPK Semakin Profesional
Dengan menggunakan KBLI 85575, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia memiliki ruang kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan kerja bidang bisnis dan manajemen swasta, termasuk pengembangan kewirausahaan, administrasi perkantoran, keterampilan sekretarial, ICT, keuangan dasar, akuntansi, tata niaga dan penjualan, bahasa asing untuk kebutuhan bisnis, serta peningkatan produktivitas dan manajemen.
Menurut Ivan, perkembangan kebutuhan kompetensi tenaga kerja saat ini menuntut LPK untuk terus beradaptasi.
“LPK harus mampu membaca perubahan. Dunia kerja bergerak cepat, teknologi berkembang, dan kebutuhan industri semakin spesifik. Karena itu, lembaga pelatihan harus mampu memastikan kurikulumnya relevan, instrukturnya kompeten, tata kelolanya baik, dan lulusannya memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi, asosiasi profesi, dan berbagai stakeholder ketenagakerjaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi LPK sebagai bagian dari ekosistem pengembangan sumber daya manusia, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja.
Dari Legalitas Menuju Kepercayaan Publik
LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia memandang bahwa tertib administrasi dan kesesuaian KBLI merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.
Migrasi KBLI 85575 melalui OSS menjadi salah satu tahapan penguatan kelembagaan yang akan dilanjutkan dengan peningkatan mutu layanan, pengembangan program berbasis kebutuhan industri, penguatan instruktur, serta pengembangan jejaring kerja sama.
“Bagi kami, legalitas adalah fondasi, kompetensi adalah kekuatan, dan kolaborasi adalah jalan untuk memberikan dampak yang lebih luas. Kami ingin LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia terus tumbuh bukan hanya sebagai lembaga pelatihan, tetapi sebagai bagian dari solusi peningkatan kualitas SDM Indonesia,” pungkas Ivan.
Dengan semangat tersebut, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh bersama regulasi, berkolaborasi bersama pemerintah, dan menghadirkan pelatihan yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia
Helping People Grow Through Competence.
(Redaksi)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar