Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

iklan HG


 

Ads

banner

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kematian Balita Warga Paya Lombang Tidak Terkait Vaksin MR

Sabtu, 26 September 2026 | 26.9.26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-26T15:23:38Z

Foto: Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai mengunjungi Rumah keluarga MRP di Desa Paya Lombang untuk Klasifikasi penyebab meninggal nya MRP.

Laporan Suarno Arifin 
Jurnalis POLRIWATCHNEWS 

TEBING TINGGI, POLRIWATCHNEWS - Seorang Balita berinisial MRP warga Dusun II Desa Paya Lombang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagei meninggal setelah disuntik Vaksin Rubella ( MR ) saat imunisasi di Puskesmas Paya Lombang 

Informasi yang diperoleh Wartawan ,saat itu ada jadwal Imunisasi Balita di Puskesmas Paya Lombang dan orang tua MRP membawanya ke Puskesmas untuk Imunisasi pemberian vaksin MR.
  
Setelah diberi vaksin MR orang tua MRP kaget karena anaknya mengalami muntah dan diare hebat, disusul demam serta kejang. Kejang dan akhir nya meninggal .
    
"Saat itu ada jadwal yang diumumkan pihak Puskesmas untuk Imunisasi bagi balita dan orang tuanya membawa MRP agar lebih kuat dan sehat ke Puskesmas untuk Imunisasi namun setelah di beri Vaksin yang namanya MR oleh petugas Puskesmas, tiba tiba sampai dirumah MRP mengalami muntah ,demam dan kejang dan akhirnya meninggal,orang tua mana yang tidak sedih ,pulang Imunisasi anak kesayangan meninggal",seorang warga Paya Lombang sambil meneteskan air mata. 
   
Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengumumkan hasil kajian Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terkait meninggalnya balita berinisial MRP di Desa Payalombang, Kecamatan Tebing Tinggi, berdasarkan penyelidikan menyeluruh, tidak ditemukan hubungan antara pemberian vaksin Campak-Rubella (MR) dengan kematian anak tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sergai, dr. Novrizal Lubis, M. Kes,l didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Sergai, Yani Aisyah Nasution, S.Kep,Ns, MKM, saat mengunjungi kediaman keluarga korban di Dusun II, Desa Payalombang, Sabtu (26/09/2026).

Penyelidikan dilakukan bersama Komda KIPI Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, pihak rumah sakit, Puskesmas Payalombang, serta tenaga vaksinator setelah muncul informasi yang mengaitkan kematian balita dengan pemberian imunisasi.

“Kami langsung bertindak cepat. Mendatangkan tim ahli dari Komda KIPI Provinsi beserta Dinas Kesehatan Provinsi untuk mendalami kejadian ini,” ujar novrizal.

Hasil kajian itu dibahas dalam pertemuan daring yang melibatkan Ketua dan Anggota Komnas KIPI, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, BPOM, perwakilan WHO Indonesia, serta seluruh pihak terkait.
Berdasarkan pemeriksaan medis, balita mengalami muntah dan diare hebat, disusul demam serta kejang. Kejang diduga dipicu ketidakseimbangan elektrolit akibat dehidrasi, bukan efek vaksin.

“Kesimpulannya tidak ada kaitannya pemberian vaksin dengan kejadian ini. Gejalanya muncul terlalu cepat dan tidak sesuai dengan pola KIPI pasca imunisasi MR,” tegas dr. Novrizal.

Ia menjelaskan reaksi demam akibat vaksin MR umumnya muncul pada hari ke-5 hingga ke-7 setelah penyuntikan. Sementara pada kasus ini, gejala diare dan muntah muncul hanya dalam hitungan jam, sehingga dipastikan bukan efek dari vaksinasi.

Kepala Puskesmas Payalombang, Krisnawati Situmorang, S.Tr.Keb., MKM., ketika dikonfirmasi Wartawan mengatakan, masyarakat agar tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
   
"Janganlah terpengaruh berita hoaks. Kami tetap berpegang pada hasil Komnas KIPI tidak ada hubungan dengan vaksin. Tetap bawa anak ke posyandu untuk imunisasi sesuai jadwal,” kata Kristnawati 
   
Selain itu Krisnawati menegaskan imunisasi krusial untuk mencegah wabah penyakit menular dan Dokumen hasil pemeriksaan dan resume medis akan diserahkan kepada keluarga MRP setelah proses administrasi dan penandatanganan dari pihak provinsi selesai.

Dalam kunjungan kerumah orang tua korban turut hadir Sekcam Tebing Tinggi Mulya Hadi, SP, MP., Kasi Trantib Roy Ginting, SH., BhabinkamtibmasPolsek Tebing Tinggi Bripka Normansyah.( RED )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update